Game Sekuel Yang di Lupakan Gamer

Sehabis menamatkan permainan yang luar dapat serta berkesan, terdapat kalanya kita mempunyai impian supaya permainan itu memperoleh sekuel. Kita belum sedia buat meninggalkan seri itu serta mau melihat kelanjutannya. We want more! Kita kerap kali melalaikan kenyataan kalau suatu sekuel belum pasti sebagus prekuelnya.

Suatu sekuel pula dapat mempunyai mutu yang kurang baik dibanding pendahulunya, bagus dari bidang narasi ataupun gameplay- nya. Walhasil, kita merasa kecewa. Memandang dari banyaknya permainan yang luncurkan di pasaran, ada beberapa sekuel yang mengecewakan. Lelet laun, mereka yang kecewa melalaikan sekuel itu.

1. Postal III

Mulai dahulu, seri Postal tidak sedemikian itu terkenal di golongan komentator serta senantiasa memperoleh rating yang relatif kecil. Bila diamati dari perspektif para gamer, mereka cuma menggemari POSTAL 2, POSTAL 2: Paradise Lost, serta Postal 4: Nomor Regerts. Yap, Postal III dibiarkan sedemikian itu saja.

Well, tanggapannya lumayan biasa. Bagi para komentator, seluruh pandangan dalam permainan ini amat kurang baik. Gameplay- nya tidak mengasyikkan, barisan bugs yang terdapat mengesalkan, serta humornya jauh dari tutur lucu. Ironisnya, angka jual seri Postal terdapat pada kelucuannya.

Saat ini, Postal III tidak diakui oleh pengembang seri itu, Running With Scissors. Apalagi, jika kalian mendatangi web sah pengembang itu serta mengeklik julukan Postal III, kalian hendak ditunjukan ke film Never Gonna Give You Up di YouTube.

2. Watch Dogs: Legion

Fitur Watch Dogs: Legion yang memperbolehkan kalian buat merekrut serta memainkan seluruh NPC yang terdapat memanglah aksi. Tetapi, di balik fitur yang ambisius ini, ada banyak kelemahan yang buatnya jadi sekuel yang dibiarkan. Permainan dengan keterangan yang aduk campur ini mempunyai ceruk narasi yang generik serta menjenuhkan.

Tidak hanya itu, gameplay- nya terasa repetitif serta diperparah sebab optimisasi penampilan yang kurang baik dan bugs yang mengusik. Campuran seluruh pandangan ini membuat salah satu komentator beranggapan kalau permainan ini sesuai buat dimainkan serta dibiarkan. Betul, dibiarkan, bukan dikenang.

3. Far Cry New Dawn

Jika sempat memainkan beberapa permainan open- world yang digarap Ubisoft, kalian hendak mengetahui kecocokan gameplay yang ditawarkan. Sederhananya, ada kecondongan Ubisoft buat meningkatkan banyak sekali tujuan ataupun quest yang menjenuhkan serta repetitif. Kecondongan ini diucap dengan julukan Ubisoft Resep.

Serta Far Cry New Dawn tidak bebas dari kecocokan bentuk itu. Bagi komentator serta para gamer, narasi serta kepribadian antagonis di Far Cry New Dawn tidak memorable. Perihal ini lumayan memprihatinkan mengenang seri Far Cry sama dengan kepribadian antagonis yang aksi, semacam Vaas Montenegro, Pagan Min, serta Joseph Seed.

Berikutnya, sekuel Far Cry 5 ini dikira kandas dalam mengimplementasi konten terkini yang berarti. Oleh karena itu, banyak pihak yang merasa kalau permainan ini lebih sesuai dijadikan DLC, expansion, ataupun mod dibanding permainan standalone dengan harga yang mahal.

4. Dead Rising 4

Suatu sekuel seharusnya meningkatkan inovasi yang terkini ataupun paling tidak menjaga elemen- elemen yang membuat bukti diri seri itu. Perihal itu tidak dicoba Capcom Vancouver dalam kultivasi Dead Rising 4. Bila dibanding dengan Dead Rising awal, permainan keempat dalam kata kepala penting seri Dead Rising ini mempunyai senjata yang terbatas. Dahulu, seluruh barang bisa kalian maanfaatkan selaku senjata buat melawan zombi, bagus tv, troli, ataupun bagian tangan orang.

Hendak namun, independensi semacam itu tidak ditawarkan lagi di Dead Rising 4. Fitur timer yang telah menempel dengan seri Dead Rising justru dihapus. Zombi yang jadi kompetitor kalian juga jadi lemas. Akhirnya, permainan ini serupa sekali tidak menantang. Ibaratnya, lebih susah buat menggemari permainan ini dari buat menamatkan permainan ini.

5. Just Cause 4

Kalian bisa jadi mengenang keberadaan Just Cause 2 serta Just Cause 3. Sehabis membaca persoalan itu, kalian tentu mengingatnya. Tetapi, butuh dikenal kalau dikala perilisannya, banyak gamer yang tidak mengetahui kalau Just Cause 4 telah ada di pasaran. Saat ini juga, tidak sedikit dari mereka yang telah melalaikan Just Cause 4 serta lebih memilah buat memainkan Just Cause 3.

Perihal ini diakibatkan oleh mutu Just Cause 4 yang merosot. Mayoritas keterangan komentator mangulas penampilan Just Cause 4 yang kurang baik serta diiringi oleh bugs. Walaupun ada beberapa komentator yang menyanjung gameplay- nya yang mengasyikkan, para gamer mempunyai opini yang berlainan. Mereka mendesak gamer lain buat memainkan Just Cause 2 ataupun Just Cause 3 serta melalaikan permainan yang keempat.

6. Mass Effect: Andromeda

Memperhitungkan dari keterangan Metacritic, kelihatannya Mass Effect 2 jadi pucuk dari seri BioWare itu. Bagus Mass Effect 3 ataupun Mass Effect: Andromeda memperoleh angka yang kecil. Dikala awal kali luncurkan, diagram serta kartun kepribadian di Mass Effect: Andromeda luang jadi meme di golongan pemeran.

Lebih gawatnya lagi, diagram serta kartun dengan mutu yang kecil cumalah beberapa kecil permasalahan yang dipunyai permainan itu. Yap, sedang bayaran of the iceberg- nya saja. Narasi Mass Effect: Andromeda tidak menarik bila dibanding prekuelnya, sedemikian itu pula dengan cirinya. Dialognya tidak terasa realistis alhasil membuat tiap interaksi jadi abnormal.

Gameplay- nya pula memperoleh kritik sebab sistem game yang sedemikian itu konstan. Memanglah sih, permasalahan diagram serta kartun telah diperbaiki. Meski begitu, para gamer senantiasa menganjurkan buat membeli permainan ini bila memperoleh korting megah. Suapaya anda mendapatkan kemenangan yang nyata di permainan judi online kita perlu memainkannya di RTP Microgaming.

7. The Culling 2

Dari banyaknya permainan yang dilansir dalam list ini, The Culling 2 layak diucap selaku sekuel permainan yang sangat kurang baik. Gimana tidak? Regu pengembang agak- agak meledek para pemeran yang loyal memainkan seri The Culling. The Culling luang terkenal di golongan gamer serta arsitek konten.

Walaupun sedemikian itu, kedatangan PlayerUnknowns Battlegrounds membuat kepopuleran The Culling kian merosot. Xaviant berlaku seperti regu pengembang menyudahi buat tidak membagikan pembaharuan sambungan buat permainan battle royale berplatform kegiatan game( permainan show) itu. Tidak lama setelah itu, mereka menyudahi buat mengeluarkan The Culling 2

pada 2018 yang kesimpulannya dibanjiri kritik serta langsung takluk saing dari Fortnite. 8 hari sehabis perilisan, mereka menutup server permainan itu serta mengembalikan duit gamer yang terlambat membeli. permainan itu mempunyai sistem monetisasi yang membuat gamer menggelengkan kepala.

Simpelnya, kalian bisa memainkan satu match per harinya dengan cara free. Selanjutnya, kalian wajib memakai token yang didapat dari kemenangan permainan ataupun pembelian dengan duit jelas. Kritik pedas mendesak pengembang buat tingkatkan jumlah game jadi 10 match per hari. Tetapi, para gamer telah terlambat jengkel serta lama- kelamaan seri The Culling dibiarkan.

Seperti itu 7 sekuel permainan yang sangat mengecewakan serta saat ini dibiarkan banyak gamer. Meski sedemikian itu, banyak bukan berarti seluruh. Maksudnya, terdapat pula gamer yang senantiasa menikmati barisan permainan di atas. Pastinya, perihal ini tidak tercantum The Culling 2 yang cuma mempunyai 2 pemeran dikala permainan itu terkini berumur 2 hari. Jika becermin dari pengalaman kalian sendiri.